• INFORMASI & PENDAFTARAN
  • (0274) 586688 & 562246
Cari Dokter Berdasarkan Klinik
Cari Dokter Berdasarkan Nama
Jadwal Dokter
 

Artikel

RONGGA MULUT ANAK, PERSOALAN YANG SERING TERJADI, DAN CARA PENANGANANNYA

Admin | 15 Maret 2022 | 448

RONGGA MULUT ANAK, PERSOALAN YANG SERING TERJADI, DAN CARA PENANGANANNYA

drg. Dessy Dwi Tantono, Sp.KGA

Anak yang tumbuh sehat pastilah menjadi impian dan doa setiap orang tua, tidak terkecuali kesehatan pada rongga mulutnya. Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan penyakit yang hampir dialami oleh setengah populasi di dunia. Menurut Global Burden of Disease Study tahun 2017, diperkirakan 3,56 miliar jiwa penduduk di dunia menderita penyakit pada mulut, dan yang paling sering ditemukan adalah karies pada gigi permanen. Diperkirakan 2,3 miliar jiwa menderita karies pada gigi permanen dan lebih dari 530 juta anak-anak menderita karies pada gigi susu.

Di Indonesia, berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi adalah gigi rusak/berlubang/sakit (45%). Sedangkan masalah kesehatan mulut mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan atau keluar bisul (abses) sebesar 14 %. Pada anak usia dini, berdasarkan  Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, memperlihatkan prevalensi gigi berlubang masih sangat tinggi, yaitu sekitar 93%. Artinya hanya 7% anak Indonesia yang bebas karies gigi.

Beberapa permasalahan yang sering muncul pada rongga mulut anak tersebut akan membuat orang tua menjadi bingung. Artikel berikut ini akan membahas mengenai, tiga permasalahan yang paling sering terjadi pada anak:

1. Gusi bengkak karena tumbuh gigi

Masalah ini sering terjadi pada bayi. Pada usia kurang lebih 6 bulan gigi susu akan mulai tumbuh dan gigi susu tersebut akan lengkap tumbuh sebanyak 20 gigi saat anak berusia kurang lebih 2 atau 3 tahun. Berikut beberapa tanda munculnya gigi:

  • gusi merah, bengkak dan gatal
  • tampak bercak putih pada gigi
  • keluar air liur berlebih
  • suhu badan meningkat, pipi terasa panas dan tampak memerah
  • anak resah dan rewel

Jika beberapa tanda tersebut muncul, orang tua tidak perlu panik. Biasanya bayi/anak akan susah makan. Disarankan untuk memberi makanan yang dingin kepada anak, seperti puding atau sup yang dingin supaya lebih terasa nyaman. Jika muncul demam, biasanya tidak lebih dari 38,5 derajat Celcius. Untuk menyamankan anak bisa diberikan obat turun panas yang dijual bebas di apotik atau toko obat sesuai dengan dosis anak.

2. Sariawan

Sariawan biasanya terjadi karena bibir tergigit gigi atau trauma benda keras, seperti tersodok sikat gigi, benturan dengan benda dengan tekstur keras. Sariawan sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya kurang lebih dalam 7 hari. Asupan gizi yang baik pada anak membuat sariawan lebih cepat sembuh. Jadi usahakan anak untuk tetap banyak makan makanan bergizi dan minum yang cukup. Sering kali yang menjadi keluhan adalah anak susah makan. Sedikit tips untuk mengatasinya adalah berikan anak makanan dalam suhu dingin atau suhu ruangan, makanan tersebut akan terasa nyaman di rongga mulut. Jika periode susah makan ini berlangsung cukup lama, orang tua bisa konsul ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.

3. Karies gigi

Seperti paparan tersebut di atas, masalah gigi berlubang ini yang paling sering dialami oleh anak. Karies gigi atau gigi berlubang adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang. Jika lubang ini tidak segera ditangani dapat menyebabkan nyeri, gigi tanggal, infeksi, bengkak, berbagai kasus berbahaya dan bahkan kematian. Beberapa kebiasaan buruk yang menyebabkan gigi berlubang:

  • Minum susu dengan dot sampai tertidur

Sering kali anak minum susu dengan dot sampai tertidur, tengah malam terbangun dan minum susu lagi dengan dot. Susu mengandung gula yang jika menempel pada gigi dalam jangka waktu lama akan menyebabkan gigi berlubang. Jika anak minum susu sampai tertidur, sudah barang tentu tidak membersihkan rongga mulutnya. Aliran ludah saat tidur juga sedikit sehingga banyak sisa susu yang mengandung gula tersebut menempel pada gigi. Setelah usia 2 tahun, anak disarankan untuk sudah disapih dari dotnya dan minum susu dengan menggunakan sedotan untuk mencegah susu menempel pada gigi.

  • Mengulum makanan

Anak yang tidak mengunyah, menyimpan makanan di dalam mulutnya dan butuh waktu berjam-jam untuk menghabiskan makanannya membuat gigi jadi mudah berlubang. Durasi waktu makan yang ideal adalah 30 menit. Usahakan anak bisa menyelesaikan waktu makannya dalam durasi itu untuk mencegah gigi berlubang. 

  • Makan tidak teratur (sering makan)

Selang waktu makan yang ideal untuk makanan tidak menyebabkan gigi berlubang adalah 2 jam. Makanan, apapun itu selain air putih, akan menyebabkan suasana mulut menjadi asam dalam waktu 55 detik. Suasana mulut akan kembali netral membutuhkan waktu 55 menit. Suasana mulut asam tersebut mempermudah gigi menjadi berlubang. Jika anak makan dengan tidak teratur (setiap 30 menit makan atau minum selain air putih), suasana mulut akan selalu asam, hal ini mempermudah gigi menjadi berlubang.

Pada anak dengan resiko karies tinggi, disarankan untuk melakukan perawatan pencegahan. Perawatan pencegahan dapat dilakukan dengan mengoleskan fluoride pada gigi, dan tindakan ini harus dilakukan dalam oleh dokter gigi.

Perawatan paling dasar dan utama yang harus dilakukan orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah dengan menyikat gigi secara teratur. Menyikat gigi harus dilakukan 2x sehari, pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur. Sejak dini kebiasaan merawat kesehatan mulut ini harus diajarkan kepada anak supaya gigi anak sehat. Dengan demikian anak dapat bertumbuh dengan baik dan sehat.

 

JAM BERKUNJUNG

*Pagi 10.00 - 12.00 WIB | Sore 16.00 - 19.00 WIB
(*Pagi khusus Sabtu / Minggu / Libur)

- Selama masa pandemi jam berkunjung ditiadakan -