• INFORMASI & PENDAFTARAN
  • (0274) 586688 & 562246
Cari Dokter Berdasarkan Klinik
Cari Dokter Berdasarkan Nama
Jadwal Dokter
 

Artikel

UPAYA LANSIA MENGELOLA ALAM

Admin | 24 Mei 2023 | 420

UPAYA LANSIA MENGELOLA  ALAM

(Penulis: YB Hendro Prijono – Tim TLC Bethesda Pakem)

Dampak pemanasan global semakin terasa di berbagai belahan bumi. Gas metana yang dihasilkan sampah menjadi salah satu penyumbang kondisi memprihatinkan ini. Manusia sebagai makhluk paling bijak selayaknya berperan aktif merawat bumi. Salah satunya dengan mengelola sampah. Mengelola sampah tidak membutuhkan ketrampilan khusus. Hanya butuh sepotong peduli dan sejimpit waktu.

Lansia merupakan kelompok usia paling tepat bukan hanya sebagai pelaku melainkan sebagai motor pelestari alam semesta. Lansia sangat relevan mewariskan bumi sehat kepada anak-keturunan nya.

Beberapa cara mengelola sampah:

  1. Ecobrick.

Hanya dengan memotong-motong plastik bekas bungkus permen, bungkus obat, sachet, plastik sedotan minum, tali raffia bekas, dll. Kemudian memasukannya ke dalam botol plastik air mineral. Ecobrick bisa dirakit menjadi berbagai barang/hiasan bahkan bisa untuk sekat dinding ruangan.

  1. Sasima (Sampah Sisa Makanan) atau Losida (Lodong Sisa Dapur).

Paralon diameter 3 inci setinggi 1 meter yang ditanam ke tanah sedalam 20 cm.  Sampah sisa makanan dan sisa dapur dimasukan ke dalamnya. Hasil akhir Sasima/Losida menjadi pupuk organik cair-padat yang langsung diserap tanah sekitar atau dengan dipanen. 

  1. Biopori.

Mirip Sasima/Losida. Bedanya, seluruh bagian paralon Biopori yang berlubang di seluruh bagian paralon, ditanam ke tanah. Biopori juga berfungsi sebagai resapan air hujan/ banjir. Jenis sampah lebih beragam yakni semua sampah organik termasuk dedaunan sekitar rumah.

  1. Kompos.

Semua sampah organik bisa dijadikan kompos tanpa proses yang rumit dengan atau tanpa dekomposer. Menggunakan wadah apa saja asal tahan busuk dan tertutup, sampah organik dimasukan ke dalamnya. Kompos organik ramah lingkungan untuk memupuk segala jenis tanaman.

  1. Eco Enzyme.

Bahan baku kulit buah dan sisa sayur segar dimasukan ke dalam wadah berisi air dan molase, difermentasikan selama 3 bulan akan menghasilkan cairan sejuta manfaat yang ramah lingkungan. Pemakaian cairan Eco Enzym akan menekan pemakaian zat kimia yang tidak ramah lingkungan.

  1. Bank Sampah.

Pada umumnya semua sampah anorganik bisa dijual atau disedekahkan melalui bank sampah. Sampah anorganik dipilah  di rumah sesuai jenisnya agar mempermudah proses selanjutnya.

Hanya dengan bimbingan sederhana, seorang Lansia mampu mengelola sampah yang dihasilkan di rumah tangga.

Silakan lansia ceria bergabung dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional di Taman Lansia Ceria kami adakan pelatihan mengelola sampah rumah tangga dengan beberapa acara menarik lainnya yaitu yoga lansia dan menari ceria pada tanggal 30 Mei 2023 dengan CP: Asri-0878 3975 4457

@tamanlansiaceriabethesdayakkum di Pakem.

JAM BERKUNJUNG

Mulai 12 Januari 2023

Jam Kunjung Pasien Setiap Hari

Pukul 16.30 - 18.00 WIB