
Oleh: dr. Amadea Rigenastiti
Kebugaran fisik dan kesehatan jiwa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam mendukung produktivitas pekerja. Tubuh yang sehat memberi energi untuk beraktivitas, sementara jiwa yang sehat memberikan ketenangan batin untuk menghadapi tantangan sehari-hari.
Kebugaran fisik adalah kemampuan tubuh agar sistem di dalamnya bekerja secara efisien, sehingga seseorang dapat menjalani aktivitas harian dengan usaha minimal dalam kondisi prima. Hal ini mencakup kekuatan otot, daya tahan, fleksibilitas, serta kesehatan jantung dan paru.
Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan jiwa adalah keadaan sejahtera psikologis, emosional, dan sosial, di mana individu mampu menyadari potensinya, mengatasi stres, bekerja produktif, dan berkontribusi bagi komunitas. Sementara itu, Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2014 menegaskan bahwa kesehatan jiwa mencakup perkembangan fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu mampu menyadari kemampuan diri, mengatasi tekanan, bekerja produktif, serta memberi kontribusi positif.
WHO mendefinisikan sehat sebagai keadaan sempurna fisik, mental, dan sosial, bukan hanya bebas dari penyakit. Menurut Kementerian Kesehatan RI (UU No. 36 Tahun 2009), sehat adalah kondisi fisik, mental, spiritual, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Untuk mencapai tubuh yang sehat, pekerja perlu memperhatikan beberapa hal:
Asupan gizi seimbang: kurangi garam (maksimal 2 gr/hari), pilih garam rendah sodium, dan hindari makanan berlemak.
Olahraga terukur dan terprogram: 3–5 kali per minggu, intensitas 65–75% dari detak jantung maksimal, durasi sekitar 20 menit.
Medical Check Up rutin: untuk mendeteksi dini kondisi tubuh dan mencegah komplikasi.
Manajemen stres efektif: menjaga keseimbangan emosi agar tetap produktif.
Kesehatan mental yang baik ditandai dengan batin yang tentram, kemampuan menghadapi tantangan hidup, serta hubungan positif dengan orang lain. Gangguan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi dapat mengganggu suasana hati, kemampuan berpikir, dan kendali emosi.
Menurut Galen, terdapat tujuh hukum kesehatan sederhana yang tetap relevan hingga kini:
Bernapas dengan udara segar
Mengonsumsi makanan sehat
Minum minuman yang tepat
Berolahraga
Tidur cukup
Buang air besar setiap hari
Mengendalikan emosi
Sehat adalah tujuan setiap manusia, namun untuk mencapainya diperlukan proses. Dengan gizi seimbang, olahraga teratur, manajemen stres, dan pemeriksaan kesehatan rutin, pekerja dapat memiliki tubuh dan jiwa yang sehat. Kondisi ini akan meningkatkan kinerja sehingga pekerjaan bukan lagi beban, melainkan kegiatan yang menyenangkan.
World Health Organization. Mental health: Strengthening our response. WHO, 2014.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Galen. Seven Laws of Health. (Konsep klasik kesehatan, dikutip dalam literatur kesehatan).
Mulai 12 Januari 2023
Jam Kunjung Pasien Setiap Hari
Pukul 16.30 - 18.00 WIB